Thursday, October 24, 2013

Kekuatan CITA-CITA (part one)

Semangat pagiiiiii....! :)

Apa kabar, sobat...? Semua pada sehat-sehat, kan? Alhamdulillah, sampai hari ini kita masih diberi nikmat sehat oleh Allah SWT... yang harus selalu kita syukuri karena dengan kesehatan yang baik insyaallah kita dapat menjalankan aktivitas kita dengan baik pula.

Well, sobatku yang baik, hari ini aku ingin sharing tentang kekuatan CITA-CITA atau banyak orang yang menyebutnya MIMPI/IMPIAN. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)... ciiiiieeee kita sedikit berilmiah yaaaa... cita-cita adalah (1). kehendak yang selalu ada di pikiran. (2). tujuan yang sempurna (yang akan dicapai atau dilaksanakan).

Sedangkan MIMPI adalah angan-angan atau cita-cita (keinginan) yang mustahil atau susah dicapai. Jadi, mulai sekarang yuk kita ubah cara kita menyebut  keinginan yang kuat untuk mewujudkan sesuatu itu dengan sebutan cita-cita yaaaa... jangan menyebutnya mimpi karena kalo kita sebut mimpi... artinya mustahil atau susah dicapai... :) Kita nggak mau kan cita-cita kita yang sungguh mulia untuk membahagiakan orang-orang yang kita sayangi hanya berhenti jadi mimpi yang tak terwujud...? hehehe :)

Baiklah.... sudah cukup berteorinya, sekarang kita lanjutin sharing-nya yaaaa.... Ehhhmm... ehhmmm :)
Begini ceritanya.... (kok jadi kayak prolog cerita misteri di tipi jaman dulu tiap malam Jumat ya? :) wkwkwkkkk....

Jadi begini, sobatku yang baik.... Ketika masih duduk di bangku SD dan masih culun-culunnya aku sudah mengikrarkan cita-cita saya yang sungguh luar biasaaa... yaitu menjadi GURU. Mungkin ini merupakan salah satu cita-cita standar anak SD tahun 80-an yaaa... yang kalo ditanya 'apa cita-citamu, Le?' atau 'apa cita-citamu, Ndhuk?' jawabnya selalu kalo nggak GURU, PILOT, DOKTER, ya POLISI. :D. Standaaaaaaar bangeeettt... sama halnya seperti kalo disuruh gambar pemandangan... hampir semua anak SD di seluruh Indonesia pasti gambarnya 2 buah gunung yang disela-selanya ada matahari yang baru muncul, kemudian di bawah gunung ada jalan yang berkelok-kelok dan sawah, serta tiang listrik...! wkwkwkkkk.... :D

Pasti kalian semua bertanya, kenapa aku ingin menjadi GURU. Ya, kan....? Geer dikit gpp dong ya :). Aku ingin sekali jadi guru karena aku ingin jadi orang pintar. Bukan orang pintar yang artinya dukun lho yaaa.... melainkan orang yang bisa berbagi ilmu dan mengajarkan sesuatu kepada orang lain. Nggak mungkin kan seseorang bisa ngajarin orang lain untuk jadi pintar kalo dirinya sendiri nggak pintar? Iya apa iyaaa....? :)

Sejak aku masih SD kelas 3, tiap menjelang ujian (dulu istilahnya THB - Tes Hasil Belajar - yang diselenggarakan tiap caturwulan) teman-teman sekelas yang sekampung dengan aku pada datang ke rumahku untuk belajar bersama. Awalnya cuma 2 orang, aku masih ingat namanya yaitu Rofik dan Srinatun. Aku masih inget betul bagaimana kami bertiga nggotong2 meja dan kursi dari ruang tamu ke ruang tengah untuk disetting jadi arena belajar bareng... hehe. Seruuuu yaaa.... Lalu lama-lama ibu guru kelas kami tahu tentang kelompok belajar kami dan akhirnya aku diminta untuk membimbing teman2 sekelas.... dari satu kelompok belajar yang satu ke kelompok belajar yang lain. Kadang aku juga diminta membantu bu guru menerangkan di depan kelas.... rasanya sangat menyenangkan dan aku sangat menikmati melakukan hal itu... senang sekali rasanya bisa memberikan sesuatu kepada teman2...  bisa berbagi... dan yang paling senang kalo melihat teman2 manggut2 ngerti dengan apa aku saya jelaskan... So, jadilah aku guru kecil. :)

Kemudian ketika SMP dan SMA juga berlanjut seperti itu. Oh iya, teman2 paling suka minjem buku catatanku karena paling rapi dan lengkap. Sampe-sampe aku sendiri sering kelabakan mencari buku catatanku menjelang ujian.... dan lupa dipinjam siapa karena seringnya beredar. Gak cuma teman sekelas... teman kelas lain pun juga pada booking buku catatanku itu. Dan yang lucu... pada saat kuliah semester I di Fakultas Sastra... aku diajak kakak angkatan untuk nyusup masuk kelasnya hanya untuk minta aku bikinin catatan kuliah... dan sebagai imbalannya aku dapat traktiran di kantin kampus... wkwkwkwkkkkk....

Sobat semua... Itu sekelumit awal kisahku. Namun, ceritaku belum berakhir sampai di sini ya, sobat... masih akan dilanjut di part two... Sooooo, stay tune. :)


No comments:

Post a Comment